RSUD
Mokopido

Jl. Lanoni II No.37

Tolitoli

08:00 - 14:00 (Senin - Sabtu)

mokopido@gmail.com
APLIKASI LAB.jpeg
Jumat, 25 Juli 2025

RSUD MOKOPIDO KEMBANGKAN APLIKASI MANAJEMEN LABORATORIUM: TINGKATKAN AKURASI STOK & EFISIENSI PEMAKAIAN BAHAN HABIS PAKAI

Tolitoli, 28 Februari 2025 — Guna meningkatkan efektivitas layanan penunjang medis, RSUD Mokopido Tolitoli meluncurkan Aplikasi Manajemen Laboratorium, sebuah sistem pencatatan digital yang dirancang khusus untuk mengelola stok dan mutasi pemakaian bahan habis pakai (BHP) di laboratorium rumah sakit. Aplikasi ini merupakan hasil inovasi internal yang diprakarsai langsung oleh Kepala Laboratorium, Samvel, S.ST, sebagai respons atas kebutuhan pencatatan yang lebih akurat, transparan, dan efisien. Aplikasi ini memudahkan proses monitoring stok BHP, mulai dari penerimaan, distribusi, hingga penggunaan harian di semua unit laboratorium. “Selama ini, pencatatan bahan habis pakai masih banyak dilakukan secara manual, rawan kesalahan dan keterlambatan data. Dengan aplikasi ini, setiap pergerakan stok tercatat otomatis, lengkap dengan waktu dan pengguna,” jelas Samvel, S.ST, yang juga merupakan pencetus ide pengembangan sistem ini. Fitur Unggulan Aplikasi Manajemen Laboratorium: 1. ✅ Pencatatan Stok Digital: Input bahan masuk, pemakaian, dan sisa stok dilakukan melalui sistem berbasis komputer atau perangkat mobile. 2. ✅ Monitoring Mutasi: Pemindahan bahan antar unit atau ruang layanan tercatat secara langsung. 3. ✅ Notifikasi Stok Minimum: Sistem memberikan peringatan otomatis bila bahan mencapai ambang batas minimal. 4. ✅ Laporan Otomatis: Dapat menghasilkan laporan harian, mingguan, dan bulanan untuk keperluan manajerial dan audit. 5. ✅ Riwayat Penggunaan: Tersedia histori lengkap setiap jenis bahan, siapa yang menggunakan, dan untuk keperluan apa. Direktur RSUD Mokopido, dr. Abdul Kadir Hi Tahir, mengapresiasi langkah inovatif ini dan menyatakan bahwa aplikasi tersebut merupakan bagian dari visi rumah sakit dalam mendorong digitalisasi layanan internal. “Ini bukan sekadar aplikasi, tapi solusi nyata untuk menciptakan sistem kerja yang efisien, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Saat ini, aplikasi Manajemen Laboratorium sudah digunakan aktif oleh petugas laboratorium di RSUD Mokopido dan akan dikembangkan lebih lanjut untuk terintegrasi langsung dengan SIMRS dan unit farmasi. Harapannya, sistem ini dapat meningkatkan mutu pelayanan laboratorium serta menjadi model bagi pengelolaan logistik laboratorium di rumah sakit lain di wilayah Sulawesi Tengah.